Friday, 29 April 2016

SENAM PERNAPASAN TENAGA DALAM DI ISLAM

Sudah terlalu banyak praktisi tenaga dalam yang ketika diruqyah ternyata
ada khodam jin dalam diri mereka sebagai akibat dari mereka melatih
senam pernapasan tenaga dalam. Pada pembahasan kali ini saya akan
membahas tuntas hakikat tenaga dalam berdasarkan pengalaman saya selama
dahulu mempelajarinya dan tinjauan syar’i dari sisi syari’at untuk
membongkar habis penyimpangan dan kesesatan tenaga dalam. Berikut ini
pembahasannya


Pembahasan
Ada berbagai macam teori yang dibuat agar tenaga dalam dapat diterima
pada berbagai lapisan masyarakat. Selama saya dahulu mendalami senam
pernapasan tenaga dalam ada dua konsep teori yang melingkupi tenaga
dalam. Pertama para praktisi tenaga dalam mencoba menghalalkan senam
pernapasan tenaga dalam dengan mengilmiahkan konsep tenaga dalam, hal
ini dilakukan agar bisa membujuk masyarakat yang cukup terpelajar agar
mau ikut perguruan mereka. Kedua  dengan cara mengkultuskan tenaga dalam
yang dikaitkan dengan alam ghoib, hal ini dilakukan agar masyarakat yang
masih suka dengan hal-hal yang berbau klenik dan bernuansa supranatural.
Penjabarannya adalah sebagai berikut:


a. Mengilmiahkan Tenaga Dalam.
Pertama : Tenaga dalam berasal dari Impuls listrik dihasilkan oleh ATP
(/adenosine triphosphate/) sebagai senyawa yang menyimpan energi tubuh,
yang terjadi akibat pembakaran oksigen dalam tubuh. Dalam sel, energi
digunakan untuk mensintesis molekul baru, kontraksi otot, konduksi
saraf, menghasilkan radiasi energi yang menghasilkan pancaran
sinar. Medan listrik dapat diperbesar hingga menghasilkan energi listrik
tubuh (bioelektris) bila elektron bergerak lebih cepat secara
teratur. Energi atau tenaga dalam inilah yang diolah dan dikembangkan
para ahli olah prana untuk menyembuhkan penyakit. "Segala yang ada di
alam semesta merupakan manifestasi energi, seperti gravitasi, dan
gelombang magnet, serta energi matahari, "

Kedua : Tenaga dalam adalah tenaga dari energi biolistrik tubuh yang
diolah dengan senam pernapasan tenaga dalam hingga voltase biolistrik
tubuh meningkat lebih besar dari normal. Setiap listrik akan menghasilkan
medan listrik yang cukup besar begitu juga dengan biolistrik tubuh akan
menghasilkan medan listrik yang besar jika distimulir dengan menyedot
napas dan terus ditahan di dada atau perut maka medan biolistrik akan
membesar.

Dari kedua teori yang hampir sama konsepnya ini dalam penggunaan tenaga
dalam dikatakan orang yang beremosi tinggi maka voltase biolisrtiknya
akan naik dan berarti medan biolistriknya memancar lebih besar dari
biasa. Sesuai dengan hukum alam, listrik yang bermuatan sejenis akan
saling tolak-menolak. Begitu juga dengan biolistrik manusia, bila
dikontakkan akan saling tolak-menolak, maka dengan niat dan konsentrasi
kita bisa mementalkan orang yang emosi tersebut dengan medan biolistrik
kita yang lebih besar dari orang tersebut karena sudah kita latih.


b. Mengkultuskan Tenaga Dalam Sebagai Ilmu Karomah Keghoiban.
Biasanya pengkultusan tenaga dalam sebagai ilmu karomah keghoiban
ditujukan bagi orang-orang yang memiliki keyakinan yang kuat dengan
hal-hal yang bersifat keghoiban dan ditujukan bagi masyarakat yang
mempercayai klenik. Seperti jika dia beragama Islam dikatakan tenaga
dalam berasal dari karomah kekuatan ayat, tenaga dalam berasal dari
penyerapan energi wali songo, tenaga dalam berasal dari kekuatan khodam.
Jika beragama lain seperti Hindu, Budha atau Taoisme, tenaga dalam
berasal dari energi dewa atau Budha, tenaga dalam berasal dari kekuatan
puja mantra pada dewa-dewi, tenaga dalam berasal dari energi prana, chi
, ki yang dihisap dan dikumpulkan ke tantien atau cakra solar pleksus,
tenaga dalam berasal dari cosmik negatif cakra dasar dan cosmik positif
cakra mahkota, tenaga dalam berasal dari energi kundalini.

Tetapi terkadang perguruan tenaga dalam menggunakan dua macam pendekatan
sekaligus untuk dapat menarik minat seluruh anggota masyarakat dari
berbagai macam tingkat strata kehidupan atau pun dari berbagai macam
religi dan kepercayaan agar dapat masuk menjadi anggota perguruan.

Selanjutnya perguruan senam pernapasan tenaga dalam terbagi dua aliran
pertama yang bernafaskan keagamaan yang bersifat ekslusif hanya agama
dan kepercayaan tertentu yang dapat menjadi anggotanya dan yang berbasis
senam dan olah nafas saja tanpa ada unsur ekslusifisme agama didalamnya
hingga semua agama masuk menjadi anggota perguruan. Penjabarannya adalah :

Pertama: Perguruan senam pernapasan tenaga dalam yang berbasis agama
biasanya menggunakan kewajiban ritual keagamaan sebelum dan pada saat
latihan tenaga dalam. Contohnya Jika perguruan tenaga dalam berbasis
agama Islam mewajibkan anggotanya menggunakan bacaan amalan, wirid,
puasa selama memperdalam tenaga dalam. Jika perguruan tenaga dalam
berbasis agama Hindu, Budha atau Taoisme maka menggunakan puja mantra
pada dewa-dewi atau Budha, membakar hio dan lain sebagainya.

Kedua :  Perguruan tenaga dalam yang membolehkan semua lapisan
anggota masyarakat untuk ikut masuk menjadi anggota perguruan, yang
dalam pelaksanaan latihannya boleh menggabungkan dengan ritual agama
yang diyakininya.

Ada macam-macam orientasi atau tujuan Perguruan tenaga dalam mengajarkan
senam pernapasan tenaga dalam yang akan saya jelaskan sebagai berikut:
1. Berorientasi penyebaran ajaran agama atau kepercayaan tertentu.
2. Mengajarkan anggotanya tekhnik-tekhnik tenaga dalam untuk
perlindungan diri, untuk kesehatan tubuh baik secara fisik, psikis
ataupun  spiritual.
3. Mempererat tali persaudaraan.
4. Bertujuan bisnis semata hingga terkadang merugikan anggotanya
dengan dibebani persyaratan yang memberatkan dari segi finansial dan
lain sebagainya.

Ada pertanyaan yang mesti dijawab mengenai tenaga dalam yang sering
ditanyakan halayak ramai. Apakah tenaga dalam itu benar-benar ada?Apakah
tenaga dalam itu murni olah tubuh atau ada unsur makhluk halus
didalamnya?Apakah tenaga dalam itu bisa membuat kita sehat baik secara
fisik adan psikis?Apakah tenaga dalam membuat kita bisa semakin tinggi
tingkat spiritualitas kita?Sesuaikah senam pernapasan tenaga dalam itu
dengan syari’at Islam?

TANAGA DALAM, ANTI SERANGAN

Berikut ini adalah penjelasan mengenai hakikat sebenarnya senam pernapasan tenaga dalam dengan berbagai macam aliran didalamnya :

Kita jangan tertipu dengan istilah tenaga dalam yang terkadang rancu
penjabarannya. Jika ‘tenaga dalam’ dari hasil pembakaran zat-zat makanan
dalam tubuh hingga menjadi energi untuk kekuatan dan kelangsungan
kesehatan tubuh itu bisa kita terima karena pengistilahan ‘tenaga dalam’
itu adalah energi yang didapat dari zat-zat makanan yang kita makan
tanpa ada unsur metafisika. Akan tetapi jika tenaga dalam yang bisa
memantalkan orang, bisa membuat kebal, bisa, meringankan tubuh, bisa
menyakiti orang lain lewat gerak dan fungsi jurus yang telah kita latih
tentu berbeda sangat jauh dan janganlah disamakan dengan ‘tenaga dalam’
dari hasil “pembakaran” zat-zat makanan.

Juga tenaga dalam dari energi listrik tubuh, memang benar jika tubuh kita
mempunyai impuls-impuls listrik, sebab dengan impuls-impuls listriklah
syaraf-syaraf simpatetik, parasimpatetik atau syaraf neurotransmiter
dapat bekerja dengan baik untuk menyampaikan pesan dari tubuh ke otak
dan kebalikannya. Tetapi jika hendak diejawantahkan dengan senam
pernapasan tenaga dalam bisa membesarkan energi listrik tubuh hingga
bisa menjadi tenaga dalam  terlalu mengada ada dan terlalu mencari
pembenaran saja. Sebab seluruh kerja sistem fisiologis dalam tubuh dengan
tatanan didalamnya sudah dalam sunnatullah berada pada
keseimbangan. Sistem kerja impuls listrik atau syaraf tubuh manusia tidak
bisa direkayasa lagi dan sama sekali tidak ada penelitian ilmiah yang
bisa membuktikan listrik tubuh bisa direkayasa untuk mementalkan
seseorang kecuali hanya menduga-duga dalam mencari pembenaran saja.
Dalam setiap aliran tenaga dalam jika kita teliti mempunyai gerakan
dasar yang sama dan terbagi dalam 10 jurus walaupun dalam sepuluh jurus
itu bisa digabung dan dijadikan jurus baru. Jadi dapat disimpulkan senam
pernapasan tenaga dalam mempunyai asal usul yang sama walaupun dalam
setiap aliran tenaga dalam mengklaim sumber ajaran tenaga dalamnya
berbeda-beda dan saling mengunggulkan setiap alirannya masing-masing.

OLAH RAGA, LATIHAN SN (senam pernapasan tenaga dalam)

Syubhat tenaga dalam
Setelah masuk dan berlatih senam pernapasan tenaga dalam banyak yang
mengatakan bahwa dengan pernapasan tenaga dalam tubuh menjadi
sehat, secara psikis menjadi lebih tenang dan lebih dekat pada Tuhan.
Bisa saya jelaskan bahwa sesungguhnya penyakit merupakan dampak dari
adanya ketidakseimbangan tiga unsur dalam tubuh yaitu fisik, pikiran,
dan jiwa. Faktor penyebabnya bisa berasal dari dalam diri sendiri atau
unsur luar yang masuk kedalam tubuh. Virus dan bakteri sebagai salah
satu faktor dari luar dapat mengganggu keseimbangan unsur tubuh.
Dengan berlatih senam yang menggunakan olah pernapasan tubuh kita memang
menjadi sehat karena mematikan unsur negatif seperti virus dan bakteri,
menetralkan zat kimia dalam tumbuh, serta membantu memperlancar suplai
oksigen ke sel saraf sehingga sel dapat berfungsi semestinya. Sel syaraf
yang sehat berperan penting dalam mengaktifkan organ dan sel tubuh
lainnya, dengan tubuh yang sehat maka kita akan bisa berfikir dengan
jernih, dengan berkumpulnya dengan anggota masyarakat lain tentunya
secara psikis juga kita lebih sehat karena bisa bersosialisasi dengan
baik dengan anggota masyarakat yang sama-sama ikut senam pernapasan.
Tetapi kami garis bawahi bahwa semua senam pernapasan itu sangat luas
pengertiannya seperti kita joging atau lari pagi , senam kesegaran
jasmani, senam jantung sehat, jalan santai dengan menggerak-gerakkan
tubuh lalu menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya pelan-pelan
tentu menyehatkan.

Akan tetapi senam pernapasan /”tenaga dalam” yang umumnya dipahami oleh
sebagian besar manusia, tenaga dalam itu sebuah kekuatan ghoib (bisa
mementalkan orang dari jarak jauh, bisa melihat tembus, melihat alam
ghoib, melihat masa lalu dan masa depan, bisa menyakiti/mempengaruhi
jiwa orang lain dari jarak jauh dll) yang muncul pada manusia apabila
seseorang itu melakukan laku-laku tertentu (melatih jurus tenaga dalam
dengan niat mendapatkan kekuatan ghoib) juga mantra-mantra tertentu yang
bid’ah tidak ada tuntunannya dari Rasulullah.

Maka kekuatan ghoib yang muncul ini adalah yang berasal dari syetan.
Seandainya bentuk kekuatan ghoib tersebut bisa dipelajari, dilatih dan
sebagainya tentu amat berguna untuk membela kebenaran tentunya sudah
dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulullah dan diajarkan kepada para
shahabat. Namun sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu hajar sesuatu kemampuan
ghoib bila bisa dipelajari maka ini adalah perbuatan sihir dan setan
masuk sebagai sumber kekuatannya.

Adapun jika seseorang tersebut mempunyai kekuatan luar biasa pada
dirinya tanpa dia sadari tanpa dia pelajari datang dari Allah Ta’ala
tidak menuruti kehendaknya, tetapi karena kehandak Allah sebab karena
keshalehan dia, karena banyaknya dia beribadah maka kekuatan itu disebut
karomah/maunah.

Intinya apabila kekuatan tenaga dalam yang bersifat metafisik (seperti
bisa mementalkan orang dari jarak jauh, bisa mempengaruhi alam pikiran
orang lain dengan gerak jurus tertentu, bisa menyakiti seseorang secara
ghoib, menerbangkan benda-benda dll) maka itu adalah perbuatan atas
bantuan syetan. Sebab kekuatan gahib tsb yang dipelajari maka itu
dinamakan sihir sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Hajar didalam Fathul Bari.

Ilmu putih sebenarnya sama dengan ilmu hitam yang ada namun dibumbui
dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an atau dengan kewajiban-kewajiban
tertentu, bisa dicontohkan ilmu putih untuk kebal menggunakan shalawat
nabi, katanya jika kita shalawat sekian kali maka akan kebal. Pernah
juga ditanyakan pada guru orang tsb bagaimana jika orang tersebut tidak
shalat, jawab guru tsb tidak apa-apa tidak shalat yang penting jangan
lupa shalawatnya. Ini adalah sangat aneh, bagaimana sesorang itu
memiliki ilmu kebal yang dianggap sebagai ilmu putih tetapi dia boleh
tidak shalat yang penting shalawatnya tidak lupa. Maka istilah ilmu
putih itu menipu dan hendaklah kita jangan tertipu.

Ada beberapa perguruan kungfu yang “ga aneh2″ memakai tekhnik pernapasan
murni untuk kekuatan pukulan atau ketahanan tubuh. Jika kita memukul
dalam ilmu beladiri tentu menggunakan hembusan nafas ketika memukul atau
menendang dengan keras dan hembusan nafas ini memakai tekhnik tertentu
yang khusus juga agar nafasnya selaras dengan pukulan dan tendangan agar
hasilnya baik.

Untuk ketahanan tubuh menerima pukulan dan tendangan tentu kita
mengeraskan bagian tubuh tertentu disertai isarah tekhnik nafas tertentu
agar perut atau bagian tubuh lainnya tidak cedera.

Dalam tekhnik meringankan tubuh (dalam hal ini bukannya untuk terbang ya
melainkan untuk keseimbangan tubuh) tentu memerlukan tekhnik pernapasan
agar menyelaraskan tubuh hingga bisa seimbang ketika melakukan atraksi
keseimbangan tubuh (berjalan diatas tali, melompati rintangan, tekhnik
melentingkan tubuh dll)

Bahkan tentunya Rasulullah memerlukan latihan pernapasan untuk bisa
menghujamkan pedang, atau memanah atau juga bergulat sebab jika tidak
punya tekhnik pernapasan khusus maka tidak akan sempurna hasilnya.
Nafas tidak bisa dipisahkan dari makhluk hidup dengan bisa
memanfaatkan/mengolah nafas dengan baik maka akan tercipta kesehatan dan
kekuatan. namun sekali lagi bersifat fisik, adapun jika sudah wilayah
Ghoib (melihat jin, melihat alam ghoib dll) maka akan masuk dalam
rambu-rambu syari’ah.



Hukum Tenaga Dalam
Hukum tenaga dalam, jika mengatas namakan Islam (biasanya dicampur
dengan dzikir-dzikir asma Allah) maka haram. Kalau mereka menyatakan
bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk beribadah kepada Allah, maka
kita katakan bahwa ini adalah bid’ah sebab kenapa harus menggunakan tata
cara dan gerakan-gerakan khusus yang tidak pernah diajarkan oleh Allah
dan Rasulullah.

Dan tidak ada dalil sama sekali bahwa dengan bacaan-bacaan dan
gerakan-gerakan khusus yang mereka lakukan bisa menghasilkan kesaktian.
Kalau mereka mengatakan tujuan mereka untuk beribadah dan untuk
memperoleh kekuatan, maka kita katakan bahwa mereka telah melakukan
kesyirikan sebab niat ibadah mereka selain untuk Allah juga untuk hal
yang lain.

Selain itu praktek-praktek tenaga dalam yang ada menyelisihi syari’at
diantaranya adalah:

1. Latihannya harus menggunakan emosi, padahal Rasulullah telah melarang
seseorang untuk emosi karena dengan emosi syaitan bisa menguasai mereka
yang sedang marah, beliau bersabda :“Janganlah engkau marah”, Rasulullah
mengulanginya beberapa kali “Janganlah engkau marah”. Rahasia mereka
(yang latihan tenaga dalam) harus marah sebab dengan marah tersebut
syaithan bisa masuk dalam tubuh musuhnya sehingga bisa dipengaruhi jurus
tenaga dalam dan bukannya karena listrik tubuh, energi yang dipancarkan
dan alasan-alasan lainnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah:
“Sesungguhnya syaithon mengalir dalam tubuh manusia sebagaimana aliran darah. ”
(Riwayat Bukhori).

Hal ini diperkuat oleh pernyataan para praktisi tenaga dalam bahwa jurus
akan berfungsi penuh dan sempurna jika lawan dalam keadaan emosi. Jadi
bukanlah karena energi tenaga dalam musuh yang dalam keadaan emosi dapat
ditaklukkan dengan fungsi jurus-jurus tertentu tetapi khodam jurus
itulah yang langsung merasuk kedalam tubuh lawannya yang dalam keadaan
emosi menuju otaknya hingga lawannya bisa kita permainkan dengan fungsi
jurus tenaga dalam.

2. Ketika latihan, mereka sering tidak sadar, terutama ketika sedang
mempraktekkan jurus mereka biasanya ada pada jurus putar, atau pada saat
diharuskan emosi untuk praktek tenaga dalam. Hal ini sama saja dengan
sengaja membuat diri menjadi tidak sadar (alias mabuk), dan hal ini
tidak boleh dalam Islam, sebab Islam menganjurkan kita untuk senantiasa
menjaga akal kita sehingga bisa senantiasa berdzikir kepada Allah.

3. Kadang disertai dengan puasa mutih (tidak boleh makan kecuali yang
putih-putih), pati geni dan prosesi puasa bid’ah lainnya yang ini tidak
ada syari’atnya dalam Islam. Atau untuk menjaga ilmunya dia harus
menghindari pantangan-pantangan tertentu yang sebenarnya hal itu
dihalalkan baginya sebelum dia memiliki ilmu tenaga dalam tersebut. Dan
ini berarti mengharamkan yang dihalalkan Allah. “Janganlah engkau
mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah. “

Saya sudah menerima sangat banyak orang-orang yang mempunyai latar
belakang senam pernapasan tenaga dalam yang ingin bertobat dan
membersihkan dirinya dari syaitan yang setelah di Ruqyah ternyata ada
interfensi makhluk ghoib dalam perguruan tenaga dalam yang diikutinya
baik yang bereaksi secara frontal ataupun reaksi secara halus.

Maka tinggalkanlah senam pernapasan tenaga dalam karena dengan hanya
niat untuk kesehatan kita bisa terjerumus lebih dalam berbuat kesyirikan
sebab lebih besar mudharat dari pada kebaikannya. Walaupun ada perguruan
tenaga dalam yang mengiklankan dirinya hanya untuk kesehatan tetapi
tetap saja ada meditasi energi, penyaluran energi dan pasti ada diselingi
praktek-praktek atraksi tenaga dalam.

Masih banyak senam pernapasan lain seperti senam kesegaran jasmani, senam
jantung, joging, lari pagi, fitnes yang jauh lebih aman dari kesyirikan
jika niat kita belajar senam pernapasan hanya ingin sehat. Selain itu
saya mengharapkan kejujuran dari para praktisi tenaga dalam apakah anda
dalam atraksi benar-benar bisa merasakan mentalnya diri anda sewaktu uji
coba tenaga dalam atau sekedar sugesti dan ‘dirasa-rasa’ saja?

Jika ada alasan kita ingin berlatih tenaga dalam untuk melindungi diri
apakah anda tidak mengkaji lagi hadits-hadits Rasulullah tentang doa-doa
perlindungan dari segala mara bahaya yang jelas aman dari segi akidah
dibanding tenaga dalam yang dipenuhi kesyirikan.

Olah Nafas yang Syirik
Olah nafas dengan tujuan olahraga bisa menyehatkan. Misalnya pernafasan
saat pemanasan, laithan nafas untuk berenang dan sebagainya. Tapi kalau
kemudian olah raga ini sudah mengarah jadi pengobatan atau membuat
digdaya atau dengan harapan bisa menjatuhkan orang dari jarak jauh,
kepingin aneh, maka niat pelaku sudah salah. Pada saat yang sama, setan
punya peluang untuk melakukan infiltrasi.

Dari sisi medis, orang melakukan teknik pernafasan seperti tenaga dalam,
tarikan nafasnya berat dan dalam seperti orang sedang tidur. Dalam
hadist riwayat Thabrani disebutkan, saat kita tidur, biasanya terbentuk
uqod (simpul setan). Simpul ini membuat kita dikuasai setan. Simpul
pertama akan lepas, jika kita bangun membaca doa. Simpul berikutnya akan
lepas disaat kita selesai berwudlu. Simpul berikutnya terlepas setelah
kita shalat.

Tenaga dalam sederhananya ilmu ngeden (mengejan). Kalau mau cari aman
jauh dari subhat lebih baik olah raga biasa saja. Seperti saran
rasulullah SAW, berenang, memanah dan berkuda. Dua olah raga terakhir,
kini relatif mahal. Berenang atau olah raga berlari seperti sepak bola
bisa menjadi pilihan.

Sementara kalau kita telusuri ilmu pernafasan datanya dari Shaolin.
Mereka jelas bukan uswah (role model) kita. Kalau ilmu semacam itu hebat
dan diperbolehkan pasti dimasa rasulullah dipakai untuk membekali
pasukan perang Badar, dan pertempuran lain. Ternyata tidak. Yakinlah ini
hanya pengelabuan dari setan. Lebih baik pilih olah raga yang lebih
melatih olah fisik. Kalau ingin senam pilih yang biasa saja.

Olah raga ini mengambil media hawa (udara). Sementara jin (setan) hidup
diantara hawa yang ada. Mereka mudah masuk, olah raga seperti oleh
nafas, meditasi, yoga merupakan media sensitif dan efektif yang mereka
gunakan untuk masuk kedalam tubuh manusia.

Teknik bernafas dengan cara menahan dalam waktu tertentu, membuat orang
mudah di Infiltrasi oleh setan. Biasanya orang yang mengidap kolestrol
tinggi dan pernah terjatuh dimasa kecil sangat sensitif dirasuki jin
atau setan. Setelah masuk biasanya orang tersebut punya keanehan
tertentu. Diantaranya keanehan mempunyai kekuatan bioenergi. Mereka jadi
mampu mengobati orang dari jarak jauh, punya energi panas dan sensitif
dengan makhluk gaib.

Mengajak kembali orang kejalan kebenaran bukan hal yang mudah. Ini
persoalan hidayah. Kadang-kadang orang yang lama bergelut dalam dunia
semacam ini sering merasa benar. Seolah olah yang mereka miliki sesuatu
yang rasional. Apalagi guru-guru mereka, akan sulit jika diingatkan.
Mereka akan berhitung secara ekonomi. Akan dikemanakan pengikutnya yang
banyak. Mereka sering berdalih dengan alasan pengobatan dengan
pembuktian kesembuhan orang sakit. Hal ini sudah menjadi persoalan
aqidah, biasanya mereka yang mengikuti aktifitas dengan motivasi
kesehatan akan lebih mudah meninggalkan. Tapi kalau mereka yang ingin
aneh, biasanya sulit.

Orang semacam ini kalau ingin keluar dari dunianya harus di ruqyah.
Prosesnya agak perlahan dan lama. Selain juga harus ada motivasi dari
dalam dirinya. Azam (tekad kuat) untuk meninggalkan hal-hal aneh yang
selama ini dia nikmati. Selain juga di padukan dengan membiasakan diri
puasa sunah, membaca surat Al Baqoroh dan doa Al Ma’tsurat pagi dan petang.

Membaca surat dalam Al Qur’an bukan menjadi masalah jika tanpa diiringi
dengan motivasi ingin aneh. Misalnya membaca Al Fatihah karena ingin
mempunyai keanehan, maka setan yang masuk. Tapi bukan masalah, malah
berbuah pahala jika membaca Al Fatihah disaat sholat. Jadi sangat
bergantung pada niatnya.

Kalau ada tokoh mereka (Ilmu Pernafasan/TD/TM) yang menantang dengan
sombong untuk di Ruqyah demi membuktikan kebenaran ilmunya, itu pertanda
dia punya Khodam (jin Pengawal). Salah satu sifat setan adalah abaa was
takbaro (sombong dan merasa besar). Pola pikir orang tersebut jelas
dikuasai setan. Sedang ada kalanya saat di ruqyah jin nya tidak ada,
pergi. Karena ada tipe khodam yang sifatnya hanya mengikut. Tidak perlu
mauk kedalam tubuh seseorang. Dan khodam sangat bergantung kepada
pemiliknya, semakin pintar dia, khodam nya pun akan setara. Jadi kalau
posisi dia Guru ilmu tenaga dalam, bisa dipastikan khodamnya juga
pintar. Bisa jadi sangat jenius.

/Wallahua’lam. . . . . . . . /

Disusun oleh : Perdana Akhmad, S. Psi
Profil Blogger: https://www.blogger.com/profile/03581335736144375056
(Founder Quranic Healing Technique) (Judul Asli KUPAS TUNTAS SENAM PERNAPASAN TENAGA DALAM)
Artikel sumber: KUPAS TUNTAS SENAM PERNAPASAN TENAGA DALAM

No comments:

Post a Comment