Saturday, 23 April 2016

Islam & Tenaga Dalam

Aku membahas hal ini, karena sewaktu di angkutan aku mendengar ada orang membicarakan sebuah cabang ilmu pernafasan yang kebetulan pernah aku ikuti (karena ingin sehat, namun sudah 4-5 bulan aku stop dulu, karena urusan pekerjaan).

Hal yang menarik berkaitan dengan 'perguruan pernafasan (a.k.a bela diri)' tersebut adalah kemampuan mereka untuk memotong besi, tahan pukul, menjatuhkan beberapa orang sekaligus dengan satu gerakan, bla bla bla..

Kebetulan bulan lalu, April 2005, saat aku ada di client, diselenggarakan pengajian bulanan, dan topik yang diambil adalah bela diri, pernafasan + jin. Intinya, ustadz (bukan ustadz Sanusi lho;-) mengatakan bahwa hal-hal (ilmu kebal)tersebut BUKANLAH AJARAN ISLAM.

Keruan saja, pernyataan ini bagai 'genderang perang' bagi orang2 yang ikut dan sudah mendalami ilmu tersebut (ps: seseorang dikatakan sudah mengikuti ilmu tersebut apabila sudah mengikuti 'ritual' mereka untuk dibukakan titik2 yang berkaitan dengan aura, dst. Aku sendiri hingga saat ini belum pernah dibuka aura dan/sejenisnya, so, aku sih santai2 saja). Para pendukung ilmu tentu tidak ingin dikatakan bahwa apa yang mereka lakukan menyimpang dari Islam, di sisi lain sang ustadz tetap bersikukuh bahwa ajaran2 tersebut bertentangan Islam.

Logika yang dilontarkan oleh sang ustadz adalah apabila Rasululloh SAW menyetujui ilmu2 tersebut, maka Islam tidak akan pernah mengalami kekalahan, karena semua Muslimin sudah kebal, tidak perlu takut oleh sabetan pedang, dst dst. Tidak pernah ada orang mati syahid dalam peperangan, dan bahkan (mungkin) tidak akan pernah turun ayat yang menyatakan keutamaan jihad (mati di jalan ALLOH), karena pada ujung2nya kaum Muslimin akan menang dan tak terkalahkan.

Sang ustadz mengatakan bahwa pada saat seseorang dibuka aura-nya pada satu titik tertentu, maka mulai saat itu pula ada JIN yang menghuni titik tersebut dan akan menggantikan fungsi anggota tubuh di titik tersebut. Sebagai contoh, jika titik aura di tangan dibuka, maka Jin akan berperan sebagai tangan. Sehingga pada saat membelah besi, sebenarnya tangan Jin/Jin tersebut yang memotong besi, bukan tangan manusia ybs.

Beberapa artikel yang pernah dimuat di Era Muslim juga pernah memuat hal yang serupa. Ulama2 tersebut menyarankan agar mereka yang pernah terlibat hal2 seperti itu untuk dirukyah (dihilangkan ilmunya). Dan prosesnya tidak mudah...karena pada beberapa kasus, orang yang telah dirukyah malah makin 'kesetanan'.

Secara pribadi, aku mendukung ustadz tersebut, bahwa ilmu kebal bukanlah ajaran Islam. Hanya saja, aku pernah membaca di sebuah artikel, jika kita secara intensif membaca dzikir2 tertentu, maka ALLOH SWT akan memberikan keistimewaan. Hanya saja, aku masih tidak yakin dalam artian, seperti kata ustadz tadi, jika begitu, Islam tidak perlu mengalami kekalahan dalam peperangan.


Artikel Islam & Tenaga Dalam pertama ada disini

No comments:

Post a Comment